Subscribe:

Ads 468x60px

Pages

Jumat, 28 Oktober 2011

TEORETIKUS TIPE 4


Pendekatan paling mutahir dalam teori organisasi memusatkan perhjatian pada sifat politis organisasi. Posisi ini mulamula dibuat james march dan Herbert simon namun telah diperbaiki secara intensif oleh Jeffrey pfeffer.

Batas-batas kognitif terhadap rasionalitas dari march dan simon

March dan simon menentang gagasan klasik menegnai keputusan yng rasionla atau optimum. Mereka berargumentasi bahwa mayoritas pengambilan kepuusanmemilih artenatif yang memuaskan atau alternative yang cukup baik. Hanya pada kasus kasus yang luar biasa merka akan mencari dan menyeleksi alternative yang optimal. March dan simon menganjurkan agar model teori organisasi diubahmodel yang sangat berbeda dari pandangan system kerja sama yang rasional. Model yang diperbaiki ini mengakui keterbatasan rasionalitas pengambilan keputusan mengakui keberadaan tujuan yang saling bertentangan. 

UPS: MEREKA MENJALANKAN KAPAL DENGAN JADWAL TERKETAT PADA BISNIS PERKAPALAN

United Parcel Service telah menyampaikan paket paket selama lebih dari delapan puluh
tahun. Pada saat ini perusahaan swasta tersebut berpenghasilan per tahun melebihi $8 milyar dan memperkerjakan 150.000 orang untuk menangani sekitar delapan sampai dua belas juta paket perhari. Kbanyakan dari kita tidak mengetahui banyak tentang perusahan tersebut, kecuali bahwa iya mempunyai banyak truk berwarna coklat tua dan kelihatan lucu di jalan.
UPS mempunyai lebih dari 1000 insinyur bidang industry yang menggunakan teknik time
untuk  menetapkan patokan bagi setiap perkerjaan yang ada diperusahaan. Supir supir truk pengangkut paket diperintahkan untuk berjalan ke pintu konsumen dengan kecepatan tiga kali per detik, dan hasil kajian rekayasa industrial menetapkan waktu yang diperbolehkan para sopir untuk 120 setopan yangharus di buat tiap hari. Saat ini UPS masih menggunakan berbagai prinsip manajemen yang, seperti yang akan kita lihat, telah diperkenalkan pada permulaan abad ini oleh Frederick Taylor.

TEORETIKUS TIPE 3




Baik kekuatan gelap yang mekanistik maupun kekuatan terang yang humanistik dapat memperkuat pembuktian bahwa pemecahan mereka dan hanya pemecahan mereka adalah yang benar untuk semua keadaan. Konflik antara tesis dan anti tesis membawa kita kepada sintesis yang memberi pedoman yang lebih baik bagi para manajer.

Herbert Simon dan serangan terhadap prinsip prinsip

Simon mecatat bahwa kebanyakn dari prinsip klasik tidak lebih daripada pepatah saja dan banyak di antaranya saling bertentangan. Ia menyakan bahwa teori organisasi perlu melebihi prinsip prinsip yang dangkal dan terlalu disederhanakan bagi suatu kajian mengenai kondisi yang dibawahnya dapat diterapkan prinsip yang saling bersaing.

Kasus teknologi

Penelitian pada tahun 1960-an olleh joan woodward dan Charles perrow, demikian juga kerangka kerja konseptual yang disampaikan oleh jemes Thompson,telah member alas an yang kuat mengenai pentingnya teknologi di dalam menentukan struktur yang seduai bagi sebuah organisasi.

TEORETIKUS TIPE 2


Pengakuan mengenai sifat sosial dari organisasi. Yang sering kali disebut sebagai yang membentuk aliran hubungan antara manusia, memandang organisasi sebagai sesuatu yang terdiri dari tugas tugas maupun manusia.

Elton Mayo dan kajian Hawthorne

Pada mulanya diciptakan oleh para insinyur indutri dari western electric untuk menguji akibat dari berbagai macam tingkat penerangan terhadap prokdutivitas pekerja. Kelompok eksperimen dihadapkan dengan berbagai intensitas penerangan yang konstan. Para insinyur mengharapkan bahwa keluaran (output) akan berhubungan langsung dengan intensitas penerangan. Tetapi hasil penemuan menunjukan kontrakdiksi.

Chester bernard dan sistem kerja sama

Organisasi terdiri dari tugas tugas dan manusia yang harus dipertahan kan pada suatu tingkat keseimbangan. Perhatian yang hanya ditunjukan kepada pekerja atau kepada kebutuhan orang yang melaksanakan tugas tersebut akan mengurangi optimalisasi di sekitar persyaratan tugas yang harus dilaksanakan dan kebutuhan dari orang yang akan melaksanakannya.

Douglas Mcgregor dan teori X-Teori Y

Menyatakan bahwa ada dua pandangan tentang manusia: yang pertama pada dasarnya negatif dan yang laen nya pada dasarnya positif. Setelah mempelajari cara para menejer menghadapi para pegawai, McGregor berkesimpulan bahwa pandangan seorang menejer tentang sifat manusia didasarkan atas pengelompokan asumsi tertentu dan bahwa manusia cenderung menyesuaikan perilakunya tehadap bawahanya sesuia dengan asumsi asumsi tertentu dan bahwa manuisa cenderung untuk menyesuaikan perilakunya terhadap bawahannya sesuai dengan asumsi dengan asumsiasumsi tersebut.

TEORETIKUS TIPE 1


Dikenal juga sebagai aliran klasik, mengembangkan prinsip atau model universal yang dapat digunakan pada semua keadaan. Seperti telah dikatakan sebelumnya pada dasarnya masing masing melihat organisasi sebagai sistem tertutup yang diciptakan untuk mencapai tujuan dengan efisien.
 
Frederick Taylor dan Scientific Management

Ditebitkanya karya Frederick Taylor pada tahun 1911 yang berjudul Principles of scientific management menandai awal penciptaan sebuah teori yang serius di bidang menejemen dan organisasi, ia sangat yakin berdasarkan pengamatannya mengenai metode kerja pada saat itu, bahwa hasil pekerja para pekerja hanya sepertiga dari yang sebetulnya yang di hasilkan. Ia berusaha memperbaiki situasi tersebut dengan menggunakan metode ilmiah terhadap tugas tugas didalam pabrik. Keinginannya untuk mendapatkan suatu cara terbaik tentang bagaimana setipa pekerjaaan harus dilaksanakan merupakan bagian dari apa yang sekarang kita kenal sebagai masalah desain pekerjaan.

Henry Fayol dan Prinsip-prinsip Organisasi

Pada saat taylor menelus penelitian nya tentang menejemen pabrik di amerika serikat, Henry Fayol, mengkonsilasidasikan prinsip prinsip organisasinya. Meskipun mereka menulis pada waktu bersamaan, folus dari taylor dan henry berbeda, ide ide taylor didasarkan berdasarkan penelitian ilmiah, sedangkan fayol menulis atas dasar pengalamannya bertahun tahun sebagai seorang praktisi eksekutif. Fayol mencoba mengembangkan prinsip prinsip umum yang dapat di aplikasikan pada semua menejer dari demua tingkatan organisasi, dan menjelaskan fungsi fungsi yang harus dilakukan oleh seorang menejer. Sedangkat taylor memusatkan perhatian pada tingkat yang paling rendah dari organisasi menejemen, yaitu tingkat paling rendah dari sebuah pabrik.

EVOLUSI TEORI ORGANISASI

Teori organisasi yang ada sekarang ini merupakan hasil dari sebuah proses evolusi.selama beberapa dekade, para akademisi dan pratisi dari berbagai latar belakang dan perspektif telah mengkaji dan menganalisis organisasi-organisasi. Tujuan dari bab ini adalah memberikan gambaran singkat mengenai kontribusi-kontribusi tertentu serta untuk menunjukan bagaimana kita sampai pada keadaan sekarang. Tema utama dari penilaian kembali ini adalah bahwa organisasi-organisasi yg ada pada saat ini mencerminkan suatu pola perkembangan yg kumulatif.berbagai teori telah diperkenalkan,dievaluasi,dan diperbaiki dari waktuke waktu; pandangan-pandangan cenderung mencerminkan keterbatasan teori-teori tedahulu. Jadi jika ingin memahami apa yg tengah berlanglung sekarang ini pada teori organisasi, anda perlu melihat ke belakang sepanjang alur tempat teori itu berasal.

MENGEMBANGKAN SEBUAH KRANGKA KERJA

Aktifitas yang sebenarnya dari teori organisasi terjadi sejak permulaan abad ini. Ada berapa kejadian penting sebelum abad ke dua puluh, namun, masalah yang sebenarnya terletak pada pengembangan sebuah kerangka kerja yang secara memuaskan dapat memperlihatkan sifat evolusioner dari teori-teori organisasi kontemporer. Ada dua dimensi dasar didalam evolusi teori organisasi dan setiap dimensi mempunyai perspektif yang saling bertentangan. Dimensi pertama merefleksikan bahwa organisasi itu adalah system, analisa analisa sebelumnya hanyua berfokus kepada karakteristik intern dari organisasi. Kemudian berubah menjadi pendekatan yang menekan kan penting nya berorganisasi memperhatikan peristiwa dan peroses yang terjadi di lingkungan ekstern. Dimensi yang kedua berhubungan dengan hasil hasil akhir dari struktur organisasi disini kita menjumpai,keadaan yang saling bertentangan.perspektif social menekankan bahwa struktur adalah hasil pertama darikekuatan kekuatan yang saling bertentangan dari para pengikut organisasi yang mencari kekuasaan dan kendali.
Pendekatan-pendekatan awal terhadap teori organisasi pada badini menganggap
organisasi sebagai alat mekanis untuk mencapai tujuan. Kami akan menggunakan istilah tipe1 untuk menggambarkan para teoretikus dari masa ini.
Para teoretikus tipe 2 beroperasi dibawah asumsi system tertutup namun menekankan
hubungan informal dan motifasi-motifasi non ekonomis yang beroperasi didalam organisasi. Organisasi tidak bekerja secara mulus dan bukan merupakan mesin yang bekerja secara sempurna.
            Kerasionalan kembali lagi pada tipe 3,mereka berkonsentrasi pada sasaran teknologi dan ketaakpastian lingkungan. Para teoretikus tipe 3 menyatakan bahwa struktur yang sesuai dengan variabel-variabel. Kontigensi akan membantu pencapaian tujuan organisasi.
      Akhirnya pendekatan mutahir untuk memahami organisasi sangat dipengaruhi oleh para teoretikus tipe 4. Perspektif sosial digunakan kembali, namun dalam kerangka kerja sistem terbuka. Hasilnya adalah pandangan bahwa struktur bukanlah merupakan usaha yang rasional dari para manajer untuk menciptakan struktur yang paling effektif.